Tampilkan postingan dengan label eBook Cersil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eBook Cersil. Tampilkan semua postingan

Oktober 13, 2011

Home > > Tanah Warisan - SH.Mintardja

Tanah Warisan - SH.Mintardja

Bramanti yang sudah lama meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu kesaktian kembali ke desanya di Kademangan Candisari dan menempati tanah warisan orang tuanya. Ternyata Kademangan tersebut mendapat gangguan dari gerombolan penjahat yang dikendalikan oleh Panembahan Sekar Jagat, bahkan secara sembunyi-sembunyi Sang demang pun teryata sudah menjadi kaki tangan gerombolan tersebut.

Panggiring, kakak Bramanti yang menjadi Begal Penguasa Pesisir Pantai Utara pada suatu ketika terluka parah dalam sebuah pertarungan, namun ia di tolong oleh orang yang anaknya pernah dibunuhnya. Kesadaran akan kesalahannnya dimasa lalu membuatnya bertobat dan memutuskan untuk kembali ke kademangan Candisari.

Agustus 10, 2011

Home > > > GAIJIN - Marc Olden

GAIJIN - Marc Olden

RUPERT DE JONGH adalah GAIJIN, “orang luar”. Seorang bangsawan Inggris yang selama 40 tahun menguasai dunia hitam Jepang yang penuh kekerasan dan pengkhianatan: sebuah mesin kejahatan yang kekuasaannya menjangkau dan menggerayangi hingga ke dalam lika-liku politik Amerika Serikat, ke dalam tangan-tangan kotor MAFIA, ke dalam departemen-departemen kepolisian Asia, ke dalam kehidupan nista para penjahat dan pelacur…

Hanya seorang yang pernah nyaris membunuh si “ORANG LUAR” itu. Pada akhir perang dunia kedua, Alexis Bendor dikirim ke Eropa untuk memecahkan sandi rahasia De Jongh dan untuk membunuhnya. Tetapi sebaliknya, si GAIJIN yang menangkap Alexis. Alexis disiksa dengan penuh kekejaman, tetapi Alexis berhasil meloloskan diri…

KINI … beberapa dasa tahun kemudian, kedua lawan itu bertemu kembali di pantai Hawaii. Alexis berteguh melacak si GAIJIN.

Februari 24, 2011

Home > > Banyuwangi | Putu Praba Darana

Banyuwangi | Putu Praba Darana

Roman sejarah Blambangan — berdirinya kota Banyuwangi! Perjuangan dan cinta yang menyatu.

“Aku tidak menginginkan tahta Blambangan,” tegas Ayu Tunjung, “sebab aku tidak sudi bekerjasama dengan bangsa asing yang menginjak-injak pertiwiku.”

Mas Ayu Tunjung memang memilih hidup sebagai rakyat biasa. Padahal, sebagai putri almarhum Prabu Mangkuningrat, dia lebih berhak atas tahta Blambangan dibanding Mas Ngalit, yang oleh VOC ditunjuk sebagai penguasa baru Blambangan. Bersama Rsi Ropo, satu-satunya putra Wong Agung Wili yang masih hidup, Mas Ayu Tunjung memimpin kawula Blambangan yang tinggal tiga ribu jiwa itu untuk tetap menjaga hati mereka, agar tidak ikut terampas oleh kekuatan asing yang menjarah-rayah Bumi Semenanjung.

Februari 23, 2011

Home > > Tanah Semenanjung | Putu Praba Darana

Tanah Semenanjung | Putu Praba Darana

Di tengah kemelut Blambangan, Mangkuningrat naik tahta menggantikan sang Ayahanda, Sri Prabu Danureja, tanpa persiapan. Putra mahkota Blambangan tidak berminat pada masalah-masalah kenegaraan. Harta dan wanita—hanya itu yang diminatinya. Karena tidak menjalankan fungsinya sebagai raja, Mangkuningrat lalu dijadikan tunggangan pejabat-pejabat pemerintah yang korup, yang lebih menomorsatukan kepentingan pribadi daripada kepentingan kawula. 

Blambangan semakin rapuh.

Kawula semakin miskin.

Harapan pun tertumpu pada Wilis, putra kedua. Wilis yang jiwa maupun raganya ditempa di suatu padepokan, jauh dari kemewahan istana. Wilis yang jiwanya terbuka pada kenyataan hidup, derita kawula.

Februari 22, 2011

Home > > Prabarini | Putu Praba Darana

Prabarini | Putu Praba Darana

Roman sejarah berlatar Kerajaan Penjalu di masa akhir pemerintahan Raja Jayabhaya.

Jayabhaya, raja Kerajaan Penjalu, terkenal adil dan bijaksana. Rakyat hidup makmur, wilayah kerajaan diperluas sampai ke Swarnadwipa (Sumatra). Kejayaan sang Raja ketika mengalahkan Kerajaan Jambi diabadikan dengan indahnya oleh kepala pendeta istana, Mpu Panuluh, dalam Kakawin Gatotkaca–oraya.

Namun… tak ada gading yang tak retak. Di masa senja usianya, Jayabhaya takluk tak berdaya di depan Dinar, brahmani dusun yang cerdas-jelita, yang baru berusia 18 tahun. Dengan paksa diboyongnya gadis itu ke istana, diangkat menjadi permaisuri, dan dianugerahi nama Prabarini: wanita yang bersinar-sinar.

Sementara itu, di Perguruan Widya Trisnapala, Mpu Sedah mempelajari kakawin Hariwangsa karya Mpu Panuluh, yang melukiskan kisah cinta Sri Kresna dengan Dewi Rukmini. Sebagai brahmana muda yang cerdas, ia bisa membaca apa yang tersirat di balik kisah itu, yakni bahwa Permaisuri Prabarini tak lain adalah Dinar, kekasihnya.

Januari 03, 2011

Home > > Kemelut Di Cakrabuana - Aam Merdeka Permana

Kemelut Di Cakrabuana - Aam Merdeka Permana

Bab 1

LELAKI tua berjenggot putih itu mangangkat kaki kanannya dengan lutut sejajar pusar, sedangkan sepasang tangannya siap siaga di depan dada dengan telapak terbuka lebar.

Lelaki itu menahan napas sejenak, mulutnya berkomat-kamit. Secara tiba-tiba kaki kanan yang terangkat itu melompat ke depan. Bersamaan dengan itu sepasang tangannya mendorong dengan pengerahan tenaga kuat. Tenaga dorongan mengarah ke depan, ke arah sebongkah batu yang jaraknya ada sekitar lima depa (1 depa kurang lebih 1,698 meter). Seiring dengan teriakan yang keluar dari mulut lelaki tua itu angin pukulan pun terdengar berciutan. Kemudian tak lama antaranya terdengar suara ledakan memecah jantung. Bongkahan itu hancur hampir menjadi kerikil bertaburan.

Januari 02, 2011

Home > > Musasih | Eiji Yoshikawa

Musasih | Eiji Yoshikawa

Miyamoto Musashi atau biasa disebut Musashi saja, adalah seorang samurai dan ronin yang sangat terkenal di Jepang pada abad pertengahan. Ia diperkirakan lahir pada sekitar tahun 1584, dan meninggal tahun 1645. Nama aslinya adalah Shinmen Takezo. Kata Musashi merupakan lafal lain dari “Takezo”. Musashi memiliki nama lengkap Shinmen Musashi No Kami Fujiwara No Genshin.

Musuh pertama Musashi ditemuinya ketika ia baru berusia 13 tahun. Ia adalah Arima Kihei, samurai perguruan Shinto Ryu bidang seni militer yang terampil bermain pedang dan tombak. Musashi mengalahkannya dengan cara melemparnya ke tanah dan memukulnya dengan tongkat, sehingga musuhnya tersebut mati berlumuran darah.